Kumpulan Berbagai Berita

Timnas Menembak Tetap Upayakan Hasil Terbaik, Walau Tak Ditargetkan Medali Di SEA Games 2017

Ajang olahraga SEA Games 2017 akan segera dimulai, tentunya para atlet harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya, termasuk tim nasional menembak. Walaupun pihaknya tidak ditargetkan untuk memboyong medali oleh Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), tapi mereka tetap memiliki tekad yang besar agar dapat meraih hasil yang terbaik.

Atlet Menembak Untuk SEA Games Ada 8 Orang

Seperti yang diketahui, pesta olahraga multi cabang se Asia Tenggara akan diadakan di Malaysia tanggal 19 sampai 30 Agustus mendatang. Oleh karena itu, para tim nasional menembak sudah mulai pemusatan latihan sejak bulan April lalu, agar siap untuk menghadapi lawan-lawan tangguh perwakilan dari negara tetangga.

Total perwakilan atlet yang telah dipersiapkan oleh Pengurus Besar Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) yang akan berjuang untuk membela Indonesia dalam ajang bergengsi itu, ada 6 orang, yaitu Fathur Gustavia (air rifle 10 meter), Nauval Mahardikal (air rifle 10 meter), Dwi Firmansyah (3 posisi), Mohammad Hasan Busri (air rifle prone 50 meter), Iwan Setiawan (50 meter pistol) dan Supriyono (10 meter pistol).

Selama 4 bulan, para timnas menembak melakukan banyak persiapan, seperti mengasah teknik, fisik dan mental. Karena perlombaan semakin dekat, sekarang ini mereka telah masuk ke tahap selanjutnya, yaitu tahap prakompetisi. Dalam tiga pekan tersisa, mereka lebih fokus pada simulasi perlombaan menembak.

Saat ditemui di lapangan menembak Senayan, hari Jumat 28 Juli 2017, Marsono selaku pelatih nasional menembak mengatakan, “Program kami sudah masuk prakompetisi. Jadi pelatnas dimulai April lalu, kemudian masuk akhir Juli ini kami lebih banyak melakukan simulasi.”

Simulasi yang dilakukan atlet menembak ini, termasuk dua ujicoba yang telah mereka ikuti, yaitu South East Asia Shooting Championship 2017 dan Islamic Solidarity Games di Baku, Azerbaijan pada bulan Mei lalu. Di ISG mereka tidak dapat menggondol satu medalipun, tapi di SEASA, tim menembak sukses membawa satu medali emas nomor 10 meter air rifle putra atas nama Noval. Tak hanya itu saja, tapi juga meraih satu medali perak di nomor yang sama.

“Ya mungkin karena ISG itu kan seluruh dunia, sehingga persaingannya pun cukup kuat. Selain itu, kami tidak bisa berlaga maksimal karena cuaca ekstrem seperti angin dan dingin. Jadi kami berkreasi,” jelasnya.

“Tapi di SEASA kami berhasil mendapat medali emas. Setidaknya itu bisa menjadi gambaran,” katanya.

Timnas Membak Tak Ditargetkan Medali

Di ajang SEA Games 2017 Agustus mendatang, pelatih Marsono tidak memasang target medali untuk anak didiknya. Satlak Prima juga tidak mematok medali untuk cabang menembak. Tapi sang pelatih menegaskan kalau atletnya tetap akan berusaha semaksimal mungkin.

“Kami memang tidak ditargetkan medali oleh Satlak Prima karena ini hanya jadi sasaran antara saja sebelum menuju Asian Games 2018. Walau begitu kami bersama atlet sepakat untuk memberikan hasil terbaik,” ucapnya.

Marsono menjelaskan kalau persiapan yang telah dilakukan atletnya memiliki kekurangan-kekurangan dan tidak selalu berjalan lancar. Walaupun begitu, mereka tidak ingin mengeluh. Hal itu karena mereka memiliki tekad untuk dapat berkontribusi pada negara, selain itu PB Perbakin juga memback up, termasuk mengenai uang saku.

Ia juga mengatakan perihal kedekatan raja poker yang ada di timnya. Para atlet juga disediakan psikolog, agar dapat menjadi tempat bercerita, karena di cabang menembak, teknik tidak terlalu berpengaruh besar untuk menang. Hal yang sangat berpengaruh adalah urusan mental, bahkan memegang porsi sampai 90%.

“Kami juga ada sesi khusus untuk mengemukakan semua persoalan yang mungkin muncul saat perlombaan. Kami sudah seperti keluarga dalam pelatnas ini,” ungkapnya.

Post a Comment

Your email is kept private. Required fields are marked *