Kumpulan Berbagai Berita

Belum Diketahui Mengapa Pilot Lion Air JT610 Sempat Minta Kembali

Senin pagi 29 Oktober kemarin terjadi kecelakaan pesawatyang membawa kurang lebih hampir 200 penumpang termasuk awak pesawat yaitu Lion Air JT610 keberangkatan Jakartamenuju Pangkal Pinang. Hingga kini, masih belum diketahui penyebab pesawat yangmenggunakan mesin baru ini jatuh bahkan masih menjadi misteri bahwa sebelumpesawat jatuh, sang pilot sempat untuk meminta pesawat untuk kembali lagi kebandara.

Lion Air JT610 Jatuh di Perairan Karawang Dengan hampir 200 Penumpang

Indonesia kembali dibuat berduka setelah beberapa waktu yang lalu, Palu dan sekitarnya diguncang gempa dan tsunami namun sekarang,kecelakaan transportasi kembali terjadi dan pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta menuju Pangkal Pinang harus terjatuh dilautan lepas sekitar Karawang. Diketahui terdapat sekitar 181 penumpang yang terdiri dari dewasa hingga bayi dengan 8 orang kru pesawat yang beradadidalamnya. Pukul 06.20 wib, pesawat lepas landas setelah petugas bandaramengijinkan.

Pesawat itu pun melesat dan meninggalkan landasan pacunyauntuk kemudian menanjak naik untuk climbing dan memperoleh ketinggian yangideal. Namun sayangnya, pesawat tidak mampu mencapai ketinggian yang ideal karena baru sekitar 13 menit lepas landas pada pukul 06.33 wib, pesawat LionAir itu pun jatuh di sekitar perairan Karawang, Jawa Barat. Muhammad Syauqisebagai Kepala Basarnas pun mengatakan bahwa pada saat itu, pesawat masihberada di ketinggian 2500 feet.

Normalnya ketika pesawat terbang dengan durasi waktu 13 menit itu, pesawat bisa terbang lebih tinggi bahkan hingga 15 ribu sampai 20 ribu kaki. Karena itulah, sang pilot sempat untuk minta kembali atau Return to Base. Yohanes Harry Sirait sebagai Manajer Humas AirNav Indonesia mengatakan jika mereka tidak mengetahui apa yang terjadi namun seharusnya, ketinggian pesawat itu bisa lebih tinggi lagi. Mereka masih belum tahu mengapa sang pilot meminta Return to Base itu.

Nelayan Setempat Sempat Mendengar Ledakan Pesawat Lion Air JT610

Bapak Yohanes pun menambahkan jika dirinya tidak tahu apapun karena pilot hanya meminta RTB saja dan mereka pun memberikan hak prioritas itu untuk kembali. Namun belum sempat untuk kembali, pesawat Lion Air JT610 pun sudah hilang kontak. Hilangnya kontak itu dikarenakan pesawat rupanya sudah tidak lagi mengudara dan buktinya adalah, pesawat itu jatuh di perairan yang membatasi kabupaten Bekasi dan Karawang. Bahkan diketahui seorang nelayan mendengar ledakan.

Nelayan berusi 50 tahun bernama Boros yang diketahuiasalnya dari Tanjung Pakis ini mengatakan jika dirinya mendengar ada suaraledakan yang cukup keras di sekitar laitan. Diduga ini merupakan suara ledakanyang datangnya dari pesawat Lion Air. Rupanya pernyataan nelayan ini pundidukung dengan beberapa nelayan lainnya yang rupanya juga turut mendengaradanya ledakan yang sangat keras bahkan sempat membuat mereka bingung dan juga takut sebab mereka tidak tahu lokasinya.

Material-material pesawat yang hancur pun mulai ditemukan yang merupakan bagian inti dari badan pesawat dengan beberapa barang pribadi milik para penumpang termasuk identitas mereka dan potongan tubuh. Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan pun tidak tinggal diam dan mengatakan jika pesawat yang jatuh ini diidentifikasi tidak mampu untuk melanjutkan penerbangannya. Bapak Budi mengatakan jika dari pengamatan yang dilakukan, kemungkinan memang benar ada indikasi pesawat tidak mampu terbang lebih jauh.

Akan tetapi, beliau tetap mengatakan jika pihak togel online merekamasih akan melakukan klarifikasi lebih jauh lagi sembari tetap berharap semuahal yang terbaik. Tidak lupa, dirinya pun juga menyampaikan duka yang mendalampada keluarga atas jatuhnya pesawat LionAir JT610 sembari tetap meminta pihak bertugas untuk terus mengamati lebihjauh lagi.

Post a Comment

Your email is kept private. Required fields are marked *