Kumpulan Berbagai Berita

Melanjutkan Program Bedah Rumah di DKI Jakarta Utara

Program Bedah Rumah Pemprov di DKI awalnya hanya disebut sebagai kampanye Basuki Tjahaya Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, namun saat ini akan dipastikan tetap berjalan yakni di wilayah RW 03, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara.

Pelaksanaan program bedah rumah di hari tenang kampanye putaran kedua

Pada masa tenang Pilkada putaran yang kedua tepatnya pada masa tenang yakni 17 April lalu di laksanakan program bedah rumah ternyata tetap berlanjut di wilayah RW 03, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara yang di ambilkan dari dana CSR. Penggunaan dana tersebut di karenakan DPRD DKI Jakarta tidak dapat menyetujui adanya penggunaan dana APBD untuk program bedah rumah tersebut.

Sebelumnya, sudah ada pernyataan dari Sekertaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah bahwa bedah rumah yang dilakukan di daerah Cilincing merupakan sebuah uji coba penggunaan dana CSR, dan apabila sudah berhasil maka akan dilanjutkan dengan menggunakan Dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).

Saefullah seusai menghadiri rapat pimpinan di Balaiagung, Balaikota DKI Jakarta, pada hari Senin 17 April 2017 menyatakan untuk uang materialnya dititipkan pada dinas perumahan untuk membeli semen, material, kayu, atau baja besi ringan. Sedangkan untuk pengerjaannya adalah tim PPSU (Pasukan Prasarana dan Sarana Umum), dinas perumahan, dan juga PU air yang ikut. Jadi untuk membeli materialnya saja dan di Cilincingmemang sengaja di uji coba dulu. Walaupun begitu,  Saefullah tetap menyatakan bahwa kemungkinan program tersebut dijalankan dengan uang APBD ke depannya.

Lebih lanjut di kemukakan pada bulan Mei akan di ajukan perubahan draf dengan tujuan adanya perubahan di 2017 ini angkanya sangat signifikan, terdapat 1,1 triliun dari dinas perumahan. Terkait lokasi ada dua yang akan di  lelang.

Penargetan program bedah rumah dalam 2 tahun selesai

Program ini di targetkan akan selesai dalam waktu 2 tahun, seperti halnya yang diungkapkan oleh Basuki Tjahaja Purnama dari Data dasawisma, intinya dalam dua tahun ke depan semua warga harus punya sertifikat hak milik dan membersihkan rumah jelek dengan dana APBD. Jadi masalah apabila bedahrumah hitungannya dalam bentuk pasukan PHL (Pekerja Harian Lepas) di bawah dinas perumahan namanya semen atap bisa dibeli dari e-katalog.

Berbeda dari sebelumnya, pada saat menyebut program bedah rumah ini tanpa perencanaan Judi Online karena menggunakan CSR, gubernur pemenang PilkadaDKI, Anies Baswedan menyatakan untuk melanjutkan program ini setelah dilantik pada Oktober nanti. Seperti yang di katakan ketika di Lebak Bulus Dalam II, Cilandak Barat, Jakarta Selatan pada tanggal 27 April 2017″Intinya yang baik dari gubernur sekarang akan kami lanjutkan,”.Meski begitu, Anies tetap menekankan gubernur sekarang walaupun merampungkan program tersebut karena itu masih menjadi tanggung jawabnya sampai bulan Oktober nanti.

Hal ini serupa di ungkapkan oleh Wakil DPRD DKI Jakarta M. Taufik di DPW Gerindramenyatakan bahwa program ini harus segera dirampungkan oleh Basuki Tjahaja Purnama (ahok). Taufik tidak ingin apabila rumah warga di telantarkan karena dapat merugikan apabila tidak dilanjutkan.

Dia pun menegaskan bahwa pertahanan yang kalah melawan calon yang diusung partainya pada Pilkada lalu, supaya tidak perlu meninggalkan PR program kampanye tanpa biaya APBD. Program Kampanye memang tidak ada di APBD. Demikian informasi terkait program bedah rumah, semoga bermanfaat terimakasih.

Post a Comment

Your email is kept private. Required fields are marked *