Kumpulan Berbagai Berita

Menilik Jumlah Usaha Dan Perusahaan Di Indonesia Yang Bertambah

Kabar gembira ternyata, Indonesia kini memiliki 26,71 perusahaan baik resmi maupun non resmi yang masih didominasi oleh UMKM, dan mayoritas juga masih terkonsesntrasi di Jawa.

Jumlah perusahaan di Indonesia menurut BPS

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan berdasar hasil Sensus Ekonomi tahun 2016, saat ini Indonesia memiliki 26,71 juta usaha atau perusahaan yang bergerak dalam sektor non pertanian. Jumlah ini dapat menguatkan faktor perekonomian di Indonesia. Betapa tidak, apabila banyak masyarakat yang mempunyai usaha maka tingkat pengangguran pun dapat di kurangi secara perlahan.

Hasil sensus yang digelar pada setiap 10 tahun sekali ini berlangsung pada bulan Mei sampai Juni 2016 lalu, yang mencatat terdapat peningkatan sebesar 17,51 persen dari kondisi pada 2006 silam. Sepuluh tahun lalu, jumlah usaha atau perusahaan non-pertanian di Indonesia tercatat hanya 22,73 juta, kenaikan tersebut menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi rakyat Indonesia.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menyatakan bahwa sektor UMKM masih mendominasi komposisi 26,71 juta usaha atau perusahaan non-pertanian yang berdasarkan pada skala bisnisnya. Kini tercatat Indonesia kini memiliki 26,26 juta usaha usaha atau perusahaan Poker Online non-pertanian. Hanya saja 0,45 juta usaha atau perusahaan non-pertanian yang masuk dalam kategori Usaha Menengah Besar (UMB). Hal ini bukan suatu masalah karena usaha kecil pun dapat berkembang menjadi besar.

Suhariyanto saat merilis hasil Sensus Ekonomi tahun 2016 di BPS Pusat Jakarta pada Kamis tanggal 27 April 2017 menyatakan bahwa semua termasuk mencangkup seluruh usaha atau perusahaan. Usaha yang dimaksud di sini adalah yang tidak berbadan hukum, sedangkan perusahaan yakni yang berbadan hukum.

Tuturnya bahwa dari hasil sensus tersebut sangat berguna untuk mendata unit dan aktivitas usaha yang ada di luar sektor pertanian, menyusun peta dan direktorat usaha, dalam menghitung populasi usaha atau perusahaan skala UMKM dan UMB, selain itu juga menjadi sampling survei ekonomi di masa depan, dari situ dapat di ketahui dengan jelas.

Pengambilan sample dalam sensus BPS

Namun, karena adanya faktor efisiensi biaya pada tahun lalu, akhirnya dalam survei hanya di ambil sample yakni pada daerah konsentrasi 50 persen, dan daerah non konsentrasi sebesar 25 persen. Namun, dari itu semua sudah di ketahui jumlahnya.

Sensus BPS ini berhasil mencatat fakta menarik terkait besarnya usaha bengkel di Indonesia. Apabila di kategorikan dalam lapangan usaha, terdapat 12,33 juta usaha atau perusahaan perdagangan besar maupun eceran, dimanasebagian ada yang bergerak di sektor reparasi serta perawatan mobil dan sepeda motor.

Angka tersebut setara dengan 46,17 persen dari total seluruh usaha atau perusahaan non-pertanian di Indonesia. Lebih lanjut terkait penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum sebesar 16,72 persen, dan terbesar ketiga jenis industri pengolahan yakni 16,53 persen.Hasil sensus tersebut mencatat bahwa lapangan usaha perdagangan besar dan eceran menyerap jumlah tenaga kerja terbanyak dari yang lainnya, yakni 22,37 juta orang, setara 31,81 persen total pekerja di Indonesia.

Sedangkanyang berhasil mendapatkan peringkat Judi online terbesar kedua adalah tenaga kerja lapangan usaha industri pengolahan dengan angka 15,99 juta tenaga kerja, atau setara dengan 22,75 persen total pekerja. Terbesar ketiga yakni usaha penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum sebesar 8,41 juta orang atau 11,97 persen.

Hasil tersebut menjelaskan bahwa mayoritas usaha atau perusahaan di Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa yakni 16,2 juta atau 60,74 persen. Sedangkan pulau Sumatera hanya 4,9 juta atau 18,61 persen dan sisanya tersebar kawasan lain.

Post a Comment

Your email is kept private. Required fields are marked *