Kumpulan Berbagai Berita

Modernisasi Dalam Pencak Silat

Dalam bidang olahraga modernisasi memang tak dapat lagi dihindari, termasuk dalam penyelenggaraan event-event pertandingan idealnya benar-benar memanfaatkan perkembangan teknologi. Inilah yang juga tengah diupayakan dalam cabang olahraga pencak silat di tanah air. JKTC (Jakarta Pencak Silat Championshop) 2017 mencoba untuk mengadopsi teknologi canggih dalam system scoring pada turnamen yang digelar di GOR Popki Cibubur Jakarta Timur.

 

Pada gelaran JKTC, bekerja sama dengan EventSilat, para juri tak akan mengalami kesulitan lagi dalam perhitungan poin. Keuntungan lainnya adalah para pelatih dimungkinkan untuk mengatur strategi pada saat atlet tengah turun untuk berlaga.

 

Sesuai dengan penuturan pencipta EventSilat.com, Allpons Pribadi, teknologi baru ini akan memberikan dampak positif pada strategi. Contohnya mereka yang ketinggalan poin dari juri satu nantinya dapat memilih sisi menyerang yang dapat dilihat oleh juri satu tersebut. Bagi masyarakat umum yang juga ingin menyaksikan hasil pertandingan, tersedia laman khusus yang memungkinkan publik untuk dapat melakukan monitor langsung termasuk pemilihan pesilat togel online terbaik serta jadwal pertandingan. Platform yang didirikan oleh Allpons ini masih dalam tarah pengembangan yang mungkin saja di masa depan dapat dilengkapi dengan data statistic pesilat sehingga lebih memudahkan dalam pengembangan karier mereka.

 

Allpons yang juga manta pesilat nasional ini menambahkan bahwa data tersebut akan dikumpulkan sehingga dapat dilihat pesilat tela melakukan berapa kali bantingan, dan terkena serangan dari sisi yang mana. Dengan demikian evaluasi lebih mudah dilakukan karena kelemahan-kelemahan dari yang bersangkutan bisa diketahui. Modernisasi dalam dunia pencak silat memang secara perlahan-lahan telah dirintis oleh Allpons dan rekan-rekannya. Tetapi teknologi canggih ini memang telah merambah Negara-negara lain seperti Singapura. Mereka saat ini bahkan berkomunikasi secara intens dengan pihak Korea Selatan serta Malaysia.

 

Sejarah silat di tanah air

Nenek moyang kita sendiri sesungguhnya telah mempunyai metode pembelaan diri untuk mempertahankan kehidupan dan nyawa bagi dirinya dan kelompoknya dari alam. Bela diri tersebut tercipta dengan menirukan gerak gerik binatang yang ada di sekitar mereka, terutama monyet, burung elang, ular, harimau, dan lain-lain. Ilmu bela diri ini kemudian berkembang menjadi seni berburu dan perang menggunakan senjata seperti tombak, perisai, atau parang. Bentuk asli ilmu bela diri tradisional ini dapat dilihat dalam tradisi suku Nias yang sama sekali tak tersentuh pengaruh bela diri dari luar sampai abad ke-20.

 

Asal muasal silat hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti, tetapi kabarnya kerajaan-kerajaan besar di nusantara seperti Sriwijaya dan Majapahit mempunyai prajurit-prajurit yang merupakan pendekar-pendekar sakti yang jago bela diri. Peneliti silat, Donald F. Draeger mengatakan bahwa seni beladiri silat dan senjata saling berkaitan. Buktinya bisa ditemukan pada pahatan relief-relief yang menggambarkan sikap-sikap kuda-kuda silat pada candi Borobudur dan Prambanan serta artefak senjata dari masa klasik Hindu-Budha yang ditemukan.

 

Silat dikatakan juga tak hanya berupa olah tubuh saja melainkan berkaitan erat dengan hubungan spiritual dalam kaitannya dengan kebudayaan Indonesia. Sheikh Shamsuddin, seorang peneliti lainnya juga mengungkapkan pendapatnya bahwa dalam pencak silat juga terkandung ilmu beladiri Cina serta India. Ini dikarenakan sejak awal pedagang dan penjelajah dari Cina, India, atau luar Indonesia lainnya telah membawa pengaruh dalam kebudayaan Indonesia.  Pencak silat ini bahkan dikenal dan dipraktekkan oleh sebagian besar masyarakat Melayu dalam berbagai nama

 

Sementara itu Sheikh Shamsuddin (2005) berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu bela diri dari Cina dan India dalam silat. Perihal ini karena sejak awal kebudayaan Melayu telah mendapat pengaruh dari kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari Cina, India, dan mancanegara lainnya. Olahraga Pencak silat telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat rumpun Melayu dalam berbagai nama. Di Malaysia misalnya, pencak silat disebut cekak atau gayong, di Thailand disebut bersilat, dan di Filipina dinamakan pasilatnya.

 

Post a Comment

Your email is kept private. Required fields are marked *